Sabtu, 30 Januari 2010

10 Syarat Menjadi Arkeolog ala The Mummy


Setelah artikel 10 Syarat Menjadi Arkeolog ala Indiana Jones yang pernah saya tulis sebelumnya, Sahabat mungkin menantikan artikel saya ini. Secara, Indiana Jones dan The Mummy itu sama-sama film bertema petualangan arkelog gitu loh. Jadi bisa jadi ada beberapa kesamaan dari syarat-syarat yang saya bahas ini, namun ada juga yang menambahkan dan melengkapi dari syarat-syarat sebelumnya. Dan inilah 10 Syarat Menjadi Arkeolog yang saya rangkum berdasarkan film The Mummy: Tomb of The Dragon Emperor:
Pertama, dan inilah yang sangat mendasar, yaitu keberanian. Bukan sekedar berani, tapi sungguh-sungguh berani tak kenal takut, bahkan mungkin cenderung nekad. Karena dalam setiap sekuel The Mummy, keluarga O’Connel (Rick, istrinya Evelyn & sekarang ada anaknya yaitu Alex) selalu menghadapi mayat hidup dan itu bukanlah sembarang mumi, melainkan mayat yang dibangkitkan hidup kembali dengan segala ilmu hebat yang dimilikinya. Untuk itu, bagi Sahabat yang ingin menjadi Arkeolog tapi belum punya keberanian untuk menghadapi mayat hidup, tak ada salahnya berlatih dulu dengan menghadapi mayat yang benar-benar mati.
Kedua, Sahabat harus menyukai tantangan. Rick dan Eve yang telah menyatakan mundur dari ‘dunia spionase’ malah cenderung bosan pada kehidupan mereka yang normal laiknya orang lain.


Ketiga, sanggup mengorbankan diri, seperti Eve yang sanggup mengorbankan nyawa demi suaminya sehingga dialah pemilik hati murni yang sanggup membuka rahasia Mata Shangrilla. Tapi keempat, Sahabat juga harus tau kapan harus merelakan pengorbanan orang lain, seperti Alex yang harus tetap melanjutkan perjalanan walaupun koleganya tewas terkena jebakan ketika memasuki makam kuno.
Kelima, harus paham tentang sejarah. Dengan pengetahuan lengkap, Sahabat baru bisa tahu penyebab kutukan sang raja Han dan bagaimana cara membinasakannya.
Keenam, pandai menggunakan senjata. Tapi jangan seperti Rick yang justru tak bisa menggunakan alat pancing untuk menangkap ikan ya…
Ketujuh, harus bisa bahasa asing. Dengan begitu Alex bisa berkomunikasi dengan orang-orang Cina karena penggalian makam kunonya memang disana dan Eve bisa menemukan rahasia yang tersimpan di balik Mata Shangrilla setelah mengartikan kode bahasa kunonya.  Kalau perlu, Sahabat juga bisa mencoba berbahasa Yetti. Apalagi hampir di separuh film ini, keluarga O’Connel harus berhubungan dengan makhluk legendaris yang hidup di antara gunung salju itu.


Delapan, Sahabat harus tahan segala cuaca. Karena penggalian artefak kuno bisa jadi ada di gurun pasir yang sangat panas, namun bisa juga harus mendaki mencari kuil Shangrilla di antara dinginnya pegunungan Himayala.
Sembilan, Sahabat nggak boleh mabuk kendaraan. Karena dalam setiap petualangan pasti ada adegan kejar-kejaran atau kebut-kebutan di jalanan yang mulus maupun terjal. Kadang juga harus naik pesawat kecil ke tempat yang jarang terjamah manusia. Di film ini malah si Lama, binatang yang dibawa untuk membawa barang selama di Himalaya, sempat muntah karena tak tahan dengan goncangan lajunya pesawat.
Terakhir, Sahabat harus selalu berpikiran terbuka, siap menerima realita yang mungkin tak masuk akal atau irrasional. Jadi Sahabat tak perlu sampai syok dan pingsan ketika tahu bahwa Lin ternyata adalah anak dari Zi Juan dan Jenderal Ming yang telah berusia 2000 tahun.

2 komentar:

Anonim mengatakan...

I really like this blog. great post keep up the good work. I have bookmarked your site.

Renaldy Widanto mengatakan...

@Anonim : thank you :)

Poskan Komentar

Pertanyaan, Komentar, Kritik dan Saran? Silahkan Berkomentar di kolom bawah ini!

No Spam, No Racist, No Porn.!!